Keliling Seperempat Bali Untuk Rumah Bambu Pengalon

Monday, October 23, 2017

Assalamu'alaikum

Hi!
Nggak sampe seperempat juga sih tik...Bali luas banget gils!
Alhamdulillah, setelah sekian abad mulai aktif lagi aku ya di blog ini, jelas dong karena aku udah super kehabisan bahan dan pindahan dari kosan ke kontrakan memang spend a lot of time, serta adaptasi yang berlebihan, jadi bikin lupa diri dulu pas di pondok dan kosan gaweannya apa, hehe..

Bulan ini, tepat setahun saya kerja di..... ya itu lah. Karena sudah genep setahun bener nih, sakit serta bosen mulai meraja lela di jiwaku (halah!), akhirnya Alhamdulillah ya lolos ijin cuti, nggak ambil pusing langsung searching tiket di traveloka, dari yang awalnya tujuan Singapore, berubah jadi ke Malaysia, berubah lagi ke Jakarta, yang berending ngebook flight ke Bali pp Jogja-Bali tanggal 16-18 dengan Lion Air. Jangan tanya dapat berapa nya, karena pasti nggak dapet promo, nggak mungkin bisa dapet murah, ngebooknya aja tanggal 14, mau dapat 450 pp itu super impossible, tapi...setelah sampai Jogja, nemu di Instagram olshop jual beli tiket PP dengan harga promo, dan nemuin Solo-Bali pp 450 di tanggal keberangkatan dan kepulanganku menggunakan Air Asia, pedih sob.   

Kenapa Bali lagi?  
Karena temen yang bisa diajak main si Sari kebetulan bisa ambil libur di hari yang sama denganku cuti ya cuma ada di Bali, temen yang di Jogja sibuk kuliah dan kerja semua ya udah mutusin ngabur aja ke Bali. 

Tapi, bisa dibilang main-main ke Bali ini super-duper singkat banget cuma, aku bisa dapetin semuanya yang belum aku dapetin di Bali. Pesawat berangkat dari Jogja tanggal 16 jam 07;25 sampai Bali jam 09;45 (sebenarnya cuma di pesawat sejam ya, tapi kan Bali-Jogja selisih satu jam) sampai Bali langsung menuju hotel untuk ganti costume ke pakaian yang layak OOTD (halah), karena memang liburan kali ini super dadakan, itinerary-pun nggak tertata dan endingnya menemukan banyak hal zonk yang tidak diinginkan. Mulai dari....

Setelah selesai berberes di Hotel, aku usul ke Sari untuk jadwal sehari itu ke Rumah Bambu (yang di google maps alamatnya cuma di Ubud aja, dimana hotelku cuma di Aston Denpasar yang jaraknya 30 menitan aja), ke Pantai Kayu Putih dan menikmati senja di Seminyak (The Champlung) sekalian main-main ke Cafe mainstream yang instagramable (Kim Soo, Sea Circus, dan Mad Pops) Sari sebagai warga Bali yang sibuk bekerja (nggak beda ma aku yang kerja aja, nggak pernah main) ngikut aja sama itin yang telah aku buat.
Liat foto di bagian review deh, ada foto rumah bambu pengalonnya....
30 menit sudah, akhirnya kami sampai Ubud, melihat keadaan Ubud yang lebih adem dan classy, serta apa saja disana kelihatan lebih mahal ketimbang yang ada di Kuta, usut-punya usut kata anak Bali nya sendiri, memang yang ada di Ubud lebih mahal ketimbang yang di Kuta malah katanya kelas Bule nya pun beda sama Kuta, hehe...no offense ya, kan katanya...Sampai juga kita ke Rumah Bambu yang ternyata, bukan Rumah Bambu yang kita maksud, di Ubud memang ada Rumah Bambu, tapi yang mereka maksud teh Private Villa! JADI YA YANG DI MAKSUD DI GPS ITU PRIVATE VILLA! Gedek, tapi aku sih masih heppi ya kan bisa keliling Ubud jadinya, terus kepo lagi di google mereka bilang alamatnya di Pengalon, coba cek di GPS ternyata jaraknya 1 hour sendiri by motorcycle, kita nyerah di awal, ya sudahlah coba deh kita cari objek wisata bagus di Ubud, niat hati mau ke Bukit Campuhan, keliling-keliling lagi mengandalkan GPS, endingnya kita NGGAK NEMU LAGI (kayaknya emang kita yang perlu belajar baca GPS kali ya). 

Sampai lagi ke Ubud, akhirnya kita putuskan untuk ke Pengalon Karangasem, setengah jam...satu jam....satu setengah jam...baru lah kita sampai ke Pom Bensin Yeh Petet (lupa namanya betewe) dan mengikuti petunjuk yang diberikan dari salah satu artikel (please ya, mereka ngepost tahun 2017, saya temuin 2 blog 1 web travel Bali yang viewersnya tergolong banyak membahas tempat ini dengan waktu posting tahun 2017) banyak nanya warga juga, dan pernyataan mereka "Mbak, sudah rubuh" atau "Sing ade, sudah rusak sejak lama", key gaes udah jauh-jauh dari kota kita make mendekati Gunung Agung pula kan ya, akhirnya kita teteup kekeuh pokoknya kudu lihat deh, setelah sampai tempatnya gaes...rubuh, reot, ke sapu air pantai...JADI RUMAH BAMBU PENGALON KARANGASEM ITU SUDAH RUBUH YA, bahkan beberapa warga ada yang bilang RUMAH BAMBU ITU UDAH RUBUH 4 TAHUN YANG LALU, lah ini yang nulis artikel tentang wisata Rumah Bambu di Bali pada kebangeten ya ngopasnya, kan traveler kayak kami jadi nge-zonk parah. Saking horrornya aku dan Sari sampai nggak tega gitu mau ngecapture keadaan disana, padahal asli sih kalau masih berdiri kokoh dan terawat kelihatan bagus banget, apalagi posisi tempat ini berdekatan dengan pantai. 
photo cr.google
Untungnya, saya dan Sari terbuat dari zat-zat penuh kebahagiaan, biar pantat dah kemeng dan tepos, hati udah gedek banget, kita akhirnya lanjutkan perjalanan ke Seminyak, sampai Seminyak cuma mampir cantik aja di Mad Pops, numpang foto bentar di neon lamp "Ice-Ice Baby" yang lagi mainstream itu, nggak lupa nyantap Ice Cream yang mereka sajikan, yang menurut saya ehem...Tempo Gelato teteup numero uno..tapi, karena keadaan sudah malam, akhirnya nggak bisa dapatin foto yang diinginkan. Nggak bisa juga main ke Pantai, atau nikmatin senja dai The Champlung.
Nyerah, udah bermotor selama lebih dari 7 jam, lempoh..akhirnya kita putuskan untuk balik ke hotel. Sehari itu kalau dilihat dari destinasinya emang jadi kayak nggak kemana-mana, padahal kalau dilihat dari perjalanannya, kami kemana-mana banget loh, da real jalan-jalan dan muter-muter. Hikmahnya, niat ke Bali untuk jalan-jalan, dikasih jalan-jalan beneran sama Allah, nggak tanggung-tanggung sampai ndeketin Gunung Agung jalannya loh.

Alhamdulillahnya, hari setelah itu dikasih Nusa Penida yang Subhanallah super cantiknya, aku akan bahas tentang Nusa Penida di next post ya.

Thank you,
Wassalamu'alaikum

You Might Also Like

5 komentar

  1. Post ini enak dibacanya hehe. Walaupun nyasar-nyasar, kayaknya tetep seru deh jalan-jalannya. Jd pengeeen <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, makasih ya sudah baca <3
      Nah...itu biar nyasar dimana-mana juga klo nyasarnya di Bali teteup seru :D

      Delete
  2. wah mba kerja dimana kayaknya ga excited :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, ya ada lah mbak XD

      Btw, thanks sudah mampir blogku :D

      Delete
  3. Best Places To Bet On Boxing - Mapyro
    Where To Bet On top air jordan 17 retro Boxing. It's a sports betting event in which you bet on 바카라 패턴 the outcome of buy air jordan 18 retro a game. In the boxing world, each good retro jordans player must decide if or 출장마사지 not to

    ReplyDelete

Berkomentarlah selagi ada lahan untuk menampung :)

Subscribe